Negeri ini negeri kaya dengan alamnya (katanya), negeri yang makmur sejahtera (ceritanya), sumber daya semuanya serba ada mulai dari sembako, padi, jagung, sayur, buah, emas, perak, hingga mutiara. Tapi kenapa kita selalu melarat? kelaparan dimana - mana? kenapa kita tidak pernah melangkah kedepan? dan selalu terbelakangi? itu mudah saja, pasti semua itu disebabkan oleh Pejabat - pejabat licik, berlomba - lomba untuk memanfaatkan dan mengambil sumber daya dari negeri kita, untuk apa? untuk semua masyarakat? SALAH!!! mereka berlomba - lomba mengambil sumber daya untuk DIRI MEREKA SENDIRI!! dengan ke egoisan, hawa nafsu dan aroma uang yang hangat mereka pikir demikian, sehingga mereka yang KAYA RAYA semakin kaya dan MAKMUR SENTOSA sedangkan yang miskin yang membutuhkan sumber daya semakin MISKIN, KELAPARAN, KEHILANGAN PEKERJAAN, PUTUS ASA! . Mungkin ada yang berniat baik dari pemimpin yang punya jiwa budiman, tapi lebih banyak juga yang lebih sekedar berniat jahat dan kejam.
Koruptor? yaa.. Tikus kantor itu sudah lama beranak dan mendiami negeri ini yang menganggap dirinya pintar dihadapan orang - orang yang kurang pengetahuan padahal dirinya sendiri lebih bodoh daripada 1 juta orang bodoh lainnya, mencoba merampas semua uang negara yang seharusnya digunakan untuk orang yang membutuhkannya, lansia yang sudah tidak bisa bekerja, orang tidak mampu karena kehilangan keluarga, kehilangan mata pencaharian, semuanya itu pantas diberi dana uang negara tersebut untuk memenuhi kebutuhannya, tapi mengapa kawan? mengapa? mengapa masih ada orang yang tidak punya hati melupakan semua itu untuk memikirkan dirinya sendiri bahwa dia akan kaya kalau mempunyai uang negara tersebut membeli mobil mewah, rumah gedung yang megah, cincin, kalung yang terbuat dari emas murni seenaknya memamerkan di media di wawancarai di pertontonkan kepada orang - orang terlantar yang kumuh!! . Huuhh..! begitulah manusia ber-jas hitam berhawa nafsu, berdasi otak korupsi.
"Saudara dipilih bukan dilotre, meski kami tak kenal siapa saudara" begitulah salah satu bagian lirik lagu dari penyanyi pengkritik politik, yaitu Iwan Fals dari lagunya yang berjudul "Surat Buat Wakil Rakyat" mengingatkan semua Wakil Rakyat kalau mereka semua dipilih dengan cara musyawarah, berdasarkan nilai kejujuran mereka, keadilan yang dia janjikan, agar Rakyat lain yang dipimpinnya bisa hidup damai dan tentram di negeri ini, bukan dengan cara dilotre yang hanya memilih salah satu angka dan jika keluar angka spesial dia yang mendapat hadiah dan menang.
Pancasila, dasar negara yang di peruntukkan untuk kita semua, Untuk apa kawan? ya betul.. pasti kita semua menjawab untuk dihafal sebagai bagian bacaan untuk upacara hari Senin, tapi itu semua 0,1% dari tujuan pembuatan dasar negara tersebut. 99,9% sisanya untuk kita laksanakan apa yang terkandung makna dari ISI DASAR NEGARA tersebut dan menerapkannya di kehidupan sehari - hari agar mewujudkan negara yang Damai, Beragama, Sejahtera, Tentram, Adil dan Bermusyawarah.
Koreksi Isi Pancasila:
1) KETUHANAN YANG MAHA ESA,
Tuhan Maha Esa Tuhan satu - satunya yang menciptakan dunia ini tapi kita sering saja korupsi waktu dan jadwal dengan mementingkan pekerjaan lain daripada beribadah dan meratap kepada-Nya.
2) KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB,
Adil? Beradab? jika saya ingin tahu masih adakah keadilan bagi seorang nenek minah yang diberi hukuman penjara karena mencuri 3 buah kakao? apa adab yang harus diperlakukan sesama manusia biasa dijaman sekarang ini, kebanyakkan lebih memilih pakaian mini dan terbuka untuk dipertontonkan lawan jenisnya daripada menutup semua itu untuk menjaga kesopanan?.
3) PERSATUAN INDONESIA,
Masih ingat tentang perseteruan TNI dan POLRI pelindung dan pengayom negara kita pernah diberitakan bentrok dan dimediakan untuk dipertontonkan keseluruh masyarakat yang butuh perlindungannya? bukankah itu semua Persatuan yang begitu indah?
4) KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN,
Naaah.. ketemu lagi ya kan? "Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan" yah mungkin kita bisa bijaksana dengan mengucapkannya tapi sungguh langkanya orang yang bisa menerapkannya.
5) KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA,
Sayangnya tidak ada yang Adil di sini. Jika saja Keadilan tersebut ada, tidak akan ada kelaparan, kesakitan, kemiskinan, busung lapar, kurang gizi di permukaan tanah air bangsa ini
*) Kembali pada diri kita lagi. Masih banyak harapan kita untuk membanggakan bangsa sebagai pemuda yang bercita - cita tinggi, bukan harapan merampas uang negara sebagai pejabat tinggi. -Hafidali25
Bagikan
Betapa Herannya Dengan Negeri INI?
4/
5
Oleh
Muhammad Hafid Ali